badge
IPB Badge IPB Badge

Cerita Inspirasi tentang Orang Lain

Himmatun Khotimah

G24100081

Laskar 13

Aku bukannya tak mau mengajari orang lain tentang sesuatu yang tak mereka mengerti, aku sering menolak mereka bila memintanya. Bukan karena apa-apa, tapi karena aku takut caraku mengajari mereka malah membuat mereka semakin bingung dengan apa yang belum mereka mengerti. Tapi sesungguhnya aku ingin sekali berbagi ilmu dengan mereka. Ku ingat perkataan salah seorang ilmuwan yang bertanya kepada muridnya :” Apa yang terjadi bila aku punya satu apel dan kau punya satu apel lalau masing-masing dari kita saling bertukar apel?” Lalu si murid menjawab: “Masing-masing dari kita akan mempumyai 1 apel dari yang lain”. Sang guru meneruskan, : “Benar kita nantinya tetap akan mempunyai satu apel. Tapi akan berbeda apabila aku mempunyai satu pengetahuan dan kamu juga mempunyai satu pengetahuan, apabila kita saling menukarkan pengetahuan yang kita miliki nantinya kita akan mempunyai dua pengetahuan yang berbeda tidak seperti apabila kita bertukar apel”. Selanjutnya aku pernah membaca buku yang didalamnya  Prof.Dr. Andi Hakim Nasution menambahkan cerita tersebut dengan, apabila kita mempunyai masing-masimg satu pengetahuan lantas kita saling bertukar pengetahuan yang kita miliki, kita akan mendapat dua pengetahuan yang berbeda tetapi tidak hanya itu nantinya kita juga akan mendapat pengetahuan-pengetahuan baru yang lahir dari terkumpulnya dua pengetahuan yang kita tukarkan. Nah cerita tersebut semakin mengispirasiku untuk terus berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Tentang permasalahanku yang bingung ketika mengajari orang lain, ada sebuah cerita tentang temanku yang begitu aku mendengarnya aku terinspirasi olehnya. Dia ketika sekolah di SMA sudah mengajari teman-temannya pelajaran yang belum mereka pahami. Tidak hanya pelajaran, dia juga mengajari adik kelasnya baca al-qur’an. Dia melakukan hal itu sejak kelas satu SMA. Ketika aku bertanya apa alasan utama yang membuatnya mau untuk mengajari teman-teman dia menjawab: “Selain karena ustadz sama teman-teman yang minta karena katanya aku kalau menerangkan enak, aku juga ingin teman-teman yang lain juga bisa”. Wow..  keren,selanjutnya aku semakin banyak bertanya. Aku bertanya bagaimana perasaannya ketika pertama kali mengajar. Dia menjawab :” Pertama kali agak tegang tapi beberapa menit saja soalnya yang aku ajari teman-teman sendiri”. Lantas aku cerita kepadanya tentang kesulitanku ketika mengajari orang lain, dia menjawab : “ Ya mungkin intinya metode mengajar kita yang terpenting dan selalu semangat”.

Dari pengalaman temanku ini, menginspirasiku untuk tidak perlu ragu mengajari orang lain dan aku juga semakin terpacu untuk belajar berbagi pengetahuan dengan yang lain karena dengan berbagi semua akan menjadi lebih berarti.

Cerita Inspirasi tentang Diri Sendiri

Himmatun Khotimah

G24100081

Laskar 13

Ada cerita tentang diriku yang sampai sekarang masih membekas dalam pikiranku. Ketika itu aku baru naik kekelas 6 MI. Pada bulan agustus untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia diadakanlah lomba antar MI dan SD sekecamatan Binangun. Diantaranya lomba cerdas cermat. Aku oleh guruku diminta untuk mewakili sekolah dalam lomba cerdas cermat perorangan. Sejak saat itu aku menyempatkan waktu lebih banyak untuk belajar. Kurang lebih waktu persiapan sekitar 2 minggu. Aku terus dilatih oleh guruku, diberi materi soal yang banyak, tak ketinggalan juga teman-temanku membuat simulasi situasi lomba. Pokoknya menyenangkan persiapan lomba itu. Aku waktu itu tak berharap banyak pada hasil lomba, karena aku berpikir sekolah-sekolah lain pasti lebih hebat dari sekolahanku. Soalnya aku merasa materi pelajaran yang disampaikan di sekolahku baru sedikit, soalnya pelajaran di sekolahku tidak hanya pelajaran umum tapi juga pelajaran agama.  Aku waktu itu hanya merasa suka sama pelajaran jadi aku menghadapi lomba santai saja. Aku hanya berjanji untuk berusaha menjawab soal-soal semampuku.

Tibalah hari perlombaan, seperti biasa aku merasa grogi tapi lama kelamaan grogi itu hilang. Lomba  cerdas cermat itu ada 2 babak. Babak pertama adalah babak penyisihan. Babak ini dilaksanakan secara tertulis. Tiap-tiap wakil sekolah mengerjakan soal-soal yang sudah disediakan oleh panitia. Nanti dari babak ini diambil 6 siswa dengan nilai tertinggi untuk maju di babak final. Babak penyisihan pun dimulai, disediakan waktu 60 menit untuk menyelesaikan soal-aoal yang tersedia. Aku mulai mengerjakan soal-soal, banyak materi yang sudah diajarkan oleh Pak guru tapi tidak sedikit pula yang masih asing di pikiranku. Waktu mengerjakan soal pun usai. Aku beserta para peserta lainnya dipersilahkan istirahat sembari para juri mengoreksi hasil pekerjaan kami agar secepatnya bisa diumumkan hasilnya. Aku pun memakan snack yang disediakan, sembari bercanda dengan teman-temanku yang datang untuk mendukungku. Aku tak berpikiran apapun tentang hasilnya.

Tibalah para juri mengumumkan siapa keenam siswa yang akan maju kebabak final. Saat itu aku sempat berdoa,Ya Alloh jadikanlah aku termasuk salah satu dari keenam siswa tersebut, diurutan yang terakhir juga tidak apa-apa. Juri mengumumkan mulai dari siswa dengan nilai tertinggike-6, dilanjutkan dengan yang ke-5 dan ke-4.Ternyata aku tidak mendengar namku disebut, sempat kecewa tapi aku tidak menyesal mungkin belum saatnya aku lolos.Aku sedih karena aku merasa telah mengecewakan sekolah dan teman-temanku. Lantas juri mengumumkan siswa urutan ke-3 dan ke-2, masih bukan namaku yang disebut. Juri berhenti agak lama untuk menyebutkan siapa siswa dengan nilai tertinggi pertama. Karena aku merasa yakin bukan aku, aku mengajak pulang guru dan teman-temanku, masih ingat aku berkata pada mereka “Ayo pulang,sudah selesai, Aku tidak lolos”.Tapi guruku berkata “ Yang pertama kan belum disebut, siapa tahu kamu” aku menjawab “Tidak mungkinlah Pak guru, banyak yang lebih hebat”. Aku pun bangkit dari kursi yang aku duduki sembari mengambil tas sekolahku,lalu aku berjalan ke arah pintu keluar. Juri lantas menyebut siswa urutan pertama “ Ya yang memperoleh nilai tertinggi adalah perwakilan dari………MI YPI Binangun atas nama Himmatun Khotimah. Lantas disambut dengan tepuk tangan dari para hadirin. Aku yang sedang berjalan ke arah pintu keluar tak percaya dengan apa yang aku dengar lantas aku melihat ke guruku, guruku menatap ke arahku dengan berkata :”iya itu kamu”. Alhamdulillah, tak pernah aku mentyangka bahwa akulah yang memperoleh nilai tertinngi itu, aku sangat bersyukur.

Lalu lomba dilanjutkan dengan babak final. Dibabak final ini ada  3 sesi. Sesi pertama adalah soal wajib, sesi kedua soal lemparan dan sesi ketiga soal rebutan. Setelah melalui 3 sesi yang sangat seru didapatlah seorang pemenang, tapi itu bukan aku.Tidak apa-apa, aku tidak merasa kecewa dengan hal ini, aku sudah sangat bersyukur bisa mengikuti babak final ini. Alhamdulillah aku ada  diurutan kedua pada babak final ini.

Ya begitulah salah satu cerita dimasa kecilku yang menjadi inspirasiku sampai sekarang. Aku sekarang bisa mengambil pelajaran dari cerita itu bahwa aku harus percaya diri dengan kemampuan yang aku miliki serta tidak boleh pesimis dengan hasilnya. Dan yang terpenting aku harus berani bermimpi serta berjuang untuk mewujudkannya agar diakhir perjuangan aku bisa mengatakan :”AKU BISA”.

Where do I start?

I’m sorry for everything you’ve been through

It must’ve been very hard on you

I’m sorry for all that’s been said and done

I was the moon, you were the sun

I’ m sorry for not making everything right

But the situation i was in, was very tight

I’m sorry not lending you a hand

For forgiveness, where do i start?

berlogi-logi adventures

habis,, end,, or fin belum ada dalam benakku

in my mind, slama masi ada nafas qt tetep hrz bjuank

lelah uda pasti.. tp semangat g bleh luntur, boring so pasti.. tpi motivasi hrz sll dipupuk

prenn,sohib,,temenn,, ukhty.. akhii…teteplah bjuank, berdoa, n tawakkal…